Tahukah Kamu Siapa Ilmuwan Muslim Penemu Perangkat Mesin?

#RamadhanBangkit #28JumadilAkhir1443H #MariKetahui

Tahukah Kamu Siapa Ilmuwan Muslim Penemu Perangkat Mesin?

Peradaban Islam terutama dalam bidang Sains telah mencatat bahwa begitu banyak ilmuwan hebat yang hasil penemuan dan karyanya menjadi rujukan dunia. Namun banyak sekali dari kita yang tidak mengetahuinya bahkan ada banyak sekali ilmuwan muslim yang terlupakan dan sayangnya sebagian dari kita lebih mengenal ilmuwan dari Barat.

Sejenak, mari kita kembali ke masa silam mengenal sosok yang berjasa akan penemuan hebatnya. Mereka berhasil menciptakan perangkat mesin yang terbilang canggih pada masanya.

Nah Sahabat, tahukah kamu siapa ilmuwan muslim yang menemukan perangkat mesin?

Ilmuwan yang menemukan perangkat mesin tersebut tidak hanya satu orang, mereka adalah Banu Musa bersaudara. Merupakan sebuah keluarga ilmuwan yang terdiri dari tiga orang bersaudara, hidup pada masa kekhalifahan Al Ma’mun Dinasti Abassiyah.

Siapa saja tiga orang bersaudara tersebut? Mereka terdiri dari:

▪️Abu Ja’far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873 M. Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri dan fisika.

▪️Ahmad bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873 M. Dia memiliki keahlian khusus dibidang bidang teknik dan mekanik.

▪️Al Hasan bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 810-873 M. Dia memiliki keahlian khusus di bidang rekayasa dan geometri.

Banu Musa bersaudara hidup pada abad ke-9. Mereka merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir yang bekerja sebagai ahli astrologi Kalifah Al Ma’mun. Pada saat Musa ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda dalam lingkungan kalifah. Dia mempercayakan anak-anaknya untuk dibimbing oleh Ishaq bin Ibrahim Al Mus’abi, seorang mantan gubernur Baghdad.

Pendidikan dari tiga bersaudara tersebut juga dipercayakan kepada Yahya bin Abu Mansur yang telah bekerja di Rumah Kebijaksanaan yang terkenal dengan perpustakaannya dan sebagai pusat penerjemahan berbagai macam ilmu pengetahuan di Baghdad, Irak.

Salah satu buku terkenal karya Banu Musa bersaudara tentang mekanika berjudul Kitab Al Hiyal (Kitab perangkat mekanik). Dalam buku tersebut mereka menciptakan desain pembuatan air mancur yang melibatkan berbagai macam teknik dan trik. Mereka menerapkan berbagai macam prinsip-prinsip Geometri dan prinsip Fisika untuk membuat air mancur. Buku tersebut juga memuat tujuh model atau desain air mancur.

Buah pemikiran Banu Musa bersaudara tak sebatas pada rancangan air mancur. Mereka juga menemukan sejumlah mesin otomatis dan alat mekanik lainnya. Misalnya katup, mesin yang bisa diprogram, seruling otomatis, lampu badai, lampu otomatis, tekanan diferensial, dan masker gas.

Banu Musa bersaudara juga menemukan sebuah alat yang dikenal sebagai alat musik mekanik paling awal. Alat musik ini disebut sebagai hydropowered organ. Alat musik ini masih diproduksi hingga pertengahan abad ke- 19.

Khazanah sains Islam mencatat Banu Musa bin Shakir sebagai ilmuwan terkemuka dalam bidang teknik mesin. Banu Musa (Musa bersaudara) menciptakan sejumlah perangkat mesin yang terbilang canggih pada masanya.

Bukan hanya teknik mesin yang menjadi bidang kepakaran mereka. Banu Musa juga menorehkan prestasi gemilang di ranah Matematika. Keahlian mereka di bidang ini bahkan layak disejajarkan dengan beberapa ilmuwan Muslim lainnya, seperti Al Khawarizmi, Al Kindi dan Umar Khayam. Banu Musa meninggalkan karya-karya mereka dalam bidang matematika dengan menulis Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola. Yang merupakan salah satu risalah Matematika paling terkenal dari Banu Musa.

Di sisi lain, Abu Ja’far Muhammad ibn Musa ibn Shakir, yang berusia paling tua di antara tiga bersaudara itu, juga dikenal sebagai perintis Astrofisika dan Mekanika langit.  Dalam bukunya, ia memberikan penjelasan tentang gerakan bola dan menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi. Karya Abu Ja’far Muhammad lainnya adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik.

Sementara itu, Ahmad ibn Musa ibn Shakir, adik Abu Ja’far Muhammad,  yang ahli mekanik, menuliskan karya tentang perangkat mekanik. Sedangkan, Al Hasan ibn Musa Ibn Shakir yang berusia paling muda dan ahli Geometri menuliskan karya tentang elips.

Sumber:
▪️https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Ban%C5%AB_M%C5%ABs%C4%81?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc,sc
▪️https://channel-e.id/2021/11/24/sang-ahli-mesin-banu-musa-bersaudara/
▪️https://www-encyclopedia-com.translate.goog/people/science-and-technology/mathematics-biographies/banu-musa?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc,sc
▪️https://www.santrikampung.com/2019/09/biografi-tokoh-dan-ilmuwan-muslim-banu.html?m=1
▪️https://kumpulanpenemudunia.blogspot.com/2016/04/banu-musa-seorang-astronom-dari-bagdad.html?m=1
▪️https://www.republika.co.id/berita/prfn20313/karyakarya-banu-musa

#MetodeKauny #HafizhOnTheStreet #HOTSerDaerah #PejuangAlquran #HijrahituMudah

FB http://Facebook.com/hafizhonthestreet
IG http://Instagram.com/hotsofficial_kauny
YT https://bit.ly/Youtube_HOTSOfficial
Web www.hafizhonthestreet.com
0821 5117 5117

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top