Tahukah Kamu Siapa Ilmuwan Muslim Penemu Kompas dan Navigator Hingga Dijuluki Sang Singa Lautan

#25Dzulhijjah1443H #MariKetahui

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Qs. Al-An’am Ayat 97)

Sejak zaman dahulu kegiatan menjelajah sudah dilakukan bahkan kita tahu bahwa Ibnu Battutah adalah sang penjelajah muslim dunia yang hingga kini namanya melegenda. Selain Ibnu Batuttah kita patut berterimakasih kepada salah satu ilmuwan yang berkat penemuannya kita bisa menemui kompas yang dapat membantu dalam melakukan penjelajahan.

Singa Lautan. Begitulah dunia maritim Islam dan Barat menyebut ilmuwan muslim satu ini. Ia adalah navigator abad ke-15, seorang ilmuwan muslim yang sangat disegani oleh para pelaut pada zamannya. Keberaniannya menantang ganasnya gelombang lautan menjadikannya sangat legendaris. Kemampuan dan keandalannya dalam seni navigasi dicatat dalam sejarah dengan tinta emas.

Tahukah kamu siapa ilmuwan muslim yang menemukan navigator hingga ia dijuluki sang singa lautan?

Dia adalah Ahmad Ibnu Majid.
Ahmad Ibnu Majid adalah seorang pelaut yang gigih mendalami ilmu-ilmu pelayaran. Sebuah ilmu yang juga digandrungi dan digeluti oleh ayah dan kakeknya. Tidak hanya dari mereka berdua, Ibnu Majid acap kali mendengarkan dongeng-dongeng lautan dari siapa saja yang berlabuh di dermaga Julfar. Di tempat itu, ia bermain dan tumbuh dewasa.

Tidak aneh bila Ibnu Majid menguasai banyak bahasa asing. Pasalnya, dermaga tersebut merupakan salah satu pelabuhan penting tempat para pelayar internasional bernegosiasi dan bertransaksi.

Ibnu Majid dikenal sebagai “Amīr Al-Baḥr Al-ʿArabi” yang artinya “Pangeran Laut” dan dikenal juga sebagai Singa Laut. Nama lengkapnya adalah Syihabudin Ahmad bin Majid As Sa’di bin Abu Rakaib An Najdi. Ia adalah seorang navigator dan kartografer Arab yang lahir  pada pada 832 H/1429 M di Julfar, sebuah desa di sebelah timur kawasan Ra’su Al Khaimah, salah satu negeri kecil Arab yang terdapat di kawasan Teluk Arab. Ia juga dikenal sebagai ahli pembuat peta atau kartografer dan kompas.

Ibnu Majid berasal dari Bani Tamim, salah satu kabilah yang terdapat di provinsi Najed, Arab Saudi. Keluarganya sampai sekarang dikenal dengan julukan anak nahkoda. Lautan sendri sudah menjadi tempat yang tak asing bagi Ibnu Majid waktu ia kecil. Ia sering sekali mengikuti pelayaran yang dilakukan ayahnya di Laut Merah. Ayah dan kakeknya adalah pelaut dan nahkoda terkenal di kawasan Laut Merah. Ayah Ibnu Majid menulis sebuah buku yang berjudul Al Hijaziyyah dan buku ini berisi pembahasan tentang kondisi lautan sekitar kawasan Hejaz. Pada usia tujuh belas tahun ia mampu menavigasi kapal.

Ibnu Majid menulis beberapa buku tentang ilmu kelautan dan pergerakan kapal, karya yang kemudian membantu orang-orang Teluk Persia untuk mencapai pesisir India, Afrika Timur dan sejumlah pantai lainnya.

Di antara banyak bukunya tentang navigasi, Kitab Al Fawa’id fi Usul ‘Ilm Al Bahr wa Al-Qawa’id yang ia tulis pada tahun 1490 M,, dianggap sebagai masterpiece, sebuah buku yang memuat informasi tentang prinsip dan kaidah-kaidah dalam bernavigasi.

Buku tersebut dikenal sebagai mausu’ah (ensiklopedia) ilmu-ilmu pelayaran, yang menjelaskan secara detil sejarah dan prinsip-prinsip dasar navigasi, lintang serta bujur berdasarkan navigasi celestial (bersifat astronomis), stasiun bulan, loksodrom.

Buku itu juga memuat perbedaan antara pelayaran di daerah pesisir dan di laut lepas, penggambaran lokasi pelabuhan dari Afrika Timur hingga Indonesia. Kemudian berisi catatan tentang angin muson dan angin-angin musiman lainnya. Begitu juga tentang angin topan dan topik-topik lain yang sangat dibutuhkan seorang navigator profesional.

Dikenang sebagai “Singa Laut”, warisan sejati Ibn Majid adalah sejumlah besar literatur tentang navigasi yang dia tinggalkan. Pelayaran Arab berada pada puncaknya selama masa hidup Ibn Majid, ketika orang Eropa dan Ottoman hanya memiliki pemahaman yang terbatas tentang geografi di Samudra Hindia. Buku tebal ini, di samping karya puitisnya, adalah warisan sejati pelaut. Dua dari buku tulisan tangan Ibnu Majid yang terkenal sekarang dipamerkan di Bibliotheque nationale de France.

Sumber:
▪️https://123dok.com/article/ahmad-ibn-majid-singa-lautan-di-abad.qvr47egy
▪️https://sanadmedia.com/post/ahmad-ibnu-majid-navigator-muslim-berjuluk-singa-lautan
▪️https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Ahmad_ibn_M%C4%81jid?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc,sc
▪️https://www.republika.co.id/berita/oylak4396/ahmad-ibn-majid-navigator-dari-arab
▪️https://oif.umsu.ac.id/2020/11/ibnu-majid-imuwan-muslim-penemu-kompas-dan-navigator/

#MetodeKauny #HafizhOnTheStreet #HOTSerDaerah #PejuangAlquran #HijrahituMudah

B http://Facebook.com/hafizhonthestreet
IG http://Instagram.com/hotsofficial_kauny
YT https://bit.ly/Youtube_HOTSOfficial
Web www.hafizhonthestreet.com
0821 5117 5117

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top