Peran Ibu Dalam Keberhasilan SDGs di Indonesia

Menyusui sudah kita ketahui bahwa itu adalah perintah Allah yang telah difirmankan melalui Al-Qur’an. Konsep ini diuji oleh orang barat dan terbukti secara ilmiah bahwa hal itu berdampak positif bagi anak dan juga ibu. Meskipun demikian angka ibu menyusui di Indonesia sudah mencapai 90%, akan tetapi yang memberikan ASI secara eksklusif masih di angka 20%. Hal itu perlu kita perhatikan, karena ternyata dampaknya sangat besar sehingga dalam forum perbaikan dunia melalui program SDGs memperhatikan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.

Karena dengan pemberian ASI eksklusif ibu-ibu di dunia sudah menyumbang sekitar 302 Milyar USD tiap tahunnya pada pemasukan ekonomi dunia. Hal ini tentu saja sesuai dengan tujuan SDGs nomor 1, 8, dan 10 yaitu menghapus kemisikinan, pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi ketidakadilan di dalam dan di antara negara- negara.

Kedua, dengan ASI Eksklusif ibu sudah memberikan sumber nutrisi terbaik dengan komposisi bioaktif yang dapat meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, hal ini sejalan dengan tujuan SDGs nomor 2 dan 3 yaitu penanggulangan kelaparan, masalah kesehatan dan kesejahteraan. Kesehatan anak sudah kita ketahui yaitu dengan perkembangan optimal baik tubuh maupun otak serta tubuh lebih tahan pada penyakit. Kesehatan ibu yang dapat menghindarkan dari kanker payudara dan mental yang lebih sehat lagi.

Ketiga, dengan pemberian ASI bayi dengan standar emas makanan bayi terbukti memiliki IQ lebih tinggi dan performa lebih baik sehingga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak, sehingga tentu saja berkesinambungan dengan tujuan SDG nomor 4 yaitu menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas.

Keempat, pemberian ASI eksklusif dapat membantu persamaan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak sesuai dengan tujuan SDGs nomor 5 yaitu kesetaraan gender.

Kelima, dengan menyusui pula dapat menekan pengeluaran untuk membeli kebutuhan susu formula, sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan SDGs nomor 12 yaitu konsumsi yang bertanggung jawab.

Masya Allah keren banget yaa! Ibu-ibu di Indonesia secara tidak langsung, dengan hal yang sederhana sudah berperan aktif untuk kehidupan dunia yang lebih baik.

Sumber:
Rayhani Fadhila, Siti dan Ninditya, Lina. (2016). Dampak Dari Tidak Menyusui Di Indonesia. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top