Kenapa Kita Dianjurkan Untuk Mengingat Kematian?

#15Dzulqodah1443H #CatatanKeluarga

Part 1

Sahabat HOTS Fillah,
Beberapa pekan terakhir ini kabar duka datang silih berganti baik dari keluarga, sahabat atau teman-teman seperjuangan bahkan orang-orang yang mungkin tidak kita kenal dekat tapi kematiannya memberikan duka yang sangat mendalam, kehilangan dan keikhlasan diuji bersamaan.

Kematian adalah takdir seluruh makhluk yang bernyawa, tidak bisa dihindari dan tidak ada manusia yang bisa lari darinya. Tidak ada siapa pun yang bisa menolaknya dan tak ada seorangpun yang bisa menahannya. Kematian datang berulang-ulang menjemput setiap orang, orangtua maupun anak-anak, miskin atau kaya, orang kuat maupun lemah, tidak ada yang luput dari-Nya.

Hanya di tangan Allah semata pemberian kehidupan. Dan hanya di tangan-Nya kita kembali pada ajal yang telah digariskan.

Sudah siapkah kita menghadapi kematian? Ketika malaikat Izrail mencabut nyawa kita, maka terputuslah hubungan kita dengan dunia. Bekal apa yang sudah kita kumpulkan?

Maut atau kematian adalah sebuah ketetapan Allah. Seandainya ada seseorang yang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia pun akan selamat. Namun maut merupakan ketetapan-Nya atas seluruh makhluk. Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (Qs.Az Zuma:30)

Tidak ada manusia yang kekal di dunia ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs. Al Anbiya:34-35)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita agar memperbanyak mengingat kematian. Beliau bersabda:

⁧ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ⁩

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi).

Kenapa kita dianjurkan untuk mengingat kematian?

Sahabat, bagi yang masih hidup perbanyaklah mengingat mati, karena:

1⃣ Mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan.

2⃣ Kematian bisa datang kapan saja dan tidak akan pernah keliru dalam hitungannya, maka jauhilah perbuatan dosa dari kesyirikan, bid’ah dan maksiat lainnya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا [المنافقون : 11]

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila. datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munafiqun: 11)

3⃣ Tidak ada siapa pun yang mengetahui, tapi kematian itu pasti akan mendatangi setiap yang bernyawa, maka jauhilah hal-hal yang tidak bermanfaat selama hidup.

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ . [لقمان: 34 ]

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Lukman: 34)

4⃣ Siapa yang mati mulai saat itulah kiamatnya, tidak ada lagi waktu untuk beramal.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ كَانَ الأَعْرَابُ إِذَا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَأَلُوهُ عَنِ السَّاعَةِ مَتَى السَّاعَةُ فَنَظَرَ إِلَى أَحْدَثِ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ فَقَالَ «إِنْ يَعِشْ هَذَا لَمْ يُدْرِكْهُ الْهَرَمُ قَامَتْ عَلَيْكُمْ سَاعَتُكُمْ»

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Orang-orang kampung Arab jika datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka bertanya tentang hari kiamat, kapan datangnya, lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kepada seorang yang paling muda dari mereka, kemudian beliau bersabda: “Jika hidup pemuda ini dan tidak mendapati kematian, maka mulai saat itulah kiamat kalian datang.” (HR. Muslim)

Eits, pembahasan kita belum selesai, selain empat point di atas, pentingnya mengingat kematian masih ada lagi. Tunggu kelanjutannya pekan depan ya Sahabat!

to be continue

Sumber:
▪️https://almanhaj.or.id/30355-mengingat-maut-2.html
▪️https://rumaysho.com/2822-kematian-yang-kembali-menyadarkan-kita.html
▪️https://muslim.or.id/59956-begini-maksud-perintah-sering-mengingat-kematian.html
▪️https://minanews.net/hikmah-kematian-sebuah-renungan-bagi-yang-tertimpa-musibah/
▪️https://muslim.or.id/8076-ingat-mati-2.html

#MetodeKauny #HafizhOnTheStreet #HOTSerDaerah #PejuangAlquran #HijrahituMudah

FB http://Facebook.com/hafizhonthestreet
IG http://Instagram.com/hotsofficial_kauny
YT https://bit.ly/Youtube_HOTSOfficial
Web www.hafizhonthestreet.com
0821 5117 5117

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top