Adab Ketika Duduk di Majelis Ilmu

#RamadhanAwesome #18Rajab1444H #GimanaCaranya

Part 2

Assalamu’alaikum Sahabat HOTS, bagaimana kabarnya nih? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Nah di hari Kamis manis dipenuhi rasa optimis, Mimin mau bahas lagi tentang adab ketika duduk di majelis ilmu bagian ke-2. Yuk baca lanjutannya di bawah ini!

Point selanjutnya adalah:

  1. Tidak menyuruh orang lain berdiri, pindah atau menggeser tempat duduknya.

Rasullulah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:   “Melarang seseorang membangunkan orang lain yang sedang duduk (dari tempatnya semula) kemudian dia duduk padanya, akan tetapi bergeserlah dan berlapanglah.” (HR Bukhari).

  1. Tidak menempati kursi orang yang kembali

Dalam sebuah majelis ilmu, sering kali kita lihat orang yang keluar untuk urusan sementara seperti buang air atau lainnya kemudian kembali lagi. Jika begitu, maka tidak diperbolehkan untuk menempati kursi milik orang tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berdiri dari tempat duduknya kemudian kembali maka dia lebih berhak atasnya” (HR. Tirmidzi no. 2132 dan Ibnu Majah no. 2377)

  1. Tidak duduk di tempat orang lain atau memisahkan dua orang yang duduk berdekatan kecuali atas izinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian meminta seseorang berdiri dari tempat duduknya kemudian duduk disitu. Tetapi hendaknya kalian melapangkan atau melonggarkan (agar yang lain bisa duduk)” (HR Muslim no. 11).

Rasulullah juga bersabda, “Tidak halal bagi seseorang untuk memisahkan diantara dua orang kecuali seizin keduanya” (HR. Abu Dawud no. 4825)

  1. Fokus dan Memperhatikan Orang yang Memberikan Ilmu

Ketika sedang berada di sebuah majelis, perhatikanlah apa yang dibicarakan dan didiskusikan di dalamnya. Dan hal ini juga akan menguatkan ingatan kita tentang ilmu yang disampaikan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Dari Abu Hurairah, beliau berkata,“Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di majelis menasihati kaum, datanglah seorang A’rabi dan bertanya,”Kapan hari kiamat?” (Tetapi) beliau terus saja berbicara sampai selesai. Lalu (beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) bertanya,“Mana tampakkan kepadaku yang bertanya tentang hari kiamat?” Dia menjawab,”Saya, wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu beliau berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat”. Dia bertanya lagi, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Beliau menjawab, “Jika satu perkara diberikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat”. (Riwayat Bukhari)

  1. Hindari gaya duduk yang dilarang.

a. Duduk bersandar dengan tangan kiri dengan membuka Jari-Jemari. Boleh dengan dua tangan.

عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِىَ الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِى وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِى فَقَالَ « أَتَقْعُدُ قِعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ».
Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud no. 4848. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

b. Melonjorkan kedua kaki/betis

عن كَثِيْر بن مُرَّة قال: دخلتُ المسجدَ يومَ الجمعةِ ، فوجدتُ عوفَ بنَ مالكِ الأشجعيِّ جالسًا في حلقةٍ ، مدَّ رجلَيه بين يدَيه ، فلما رآني قبضَ رجلَيه ، ثم قال لي : تدري لأيِّ شيءٍ مددتُ رجلي ؟ ليجيءَ رجلٌ صالحٌ فيجلس

Dari katsir bin murrah ia mengatakan, saya pernah masuk masjid pada hari jumat, lalu aku mendapati A’uf bin malik al-asyjai’ duduk di suatu majlis seraya menjulurkan kedua kakinya kedepan, manakala melihatku ia menarik kakinya kemudian berkata kepadaku, tahukah kamu kenapa aku menjulurkan kedua kakiku? Itu supaya apabila datang seseorang yang saleh lalu kemudian duduk di tempat itu.

Hadis ini diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam adabul mufrod dan dinilai hasan oleh Syekh al-albani dalam sahih adabul mufrod no.1148 bab 483.

  1. Berani bertanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ
Seandainya mereka bertanya! Sesungguhnya obatnya kebodohan adalah bertanya.
(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi dan dishahihkan Syeikh Salim Al Hilali dalam Tanqihul Ifadah Al Muntaqa Min Miftah Daris Sa’adah, hal. 174].

Nah Sahabat HOTS, itulah adab-adab ketika duduk di majelis ilmu. Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan. Aamiin

Sumber:
https://smpi.alhasanah.sch.id/pengetahuan/9-adab-yang-perlu-diperhatikan-saat-berada-di-majelis-ilmu/
https://dalamislam.com/akhlaq/adab-dalam-majelis
https://almanhaj.or.id/3060-adab-majelis-ilmu.html
https://assunnah-qatar.com/artikel/akhlaq-dan-nasehat/879-adab-adab-duduk-dalam-majelis.html

#MetodeKauny #HafizhOnTheStreet #HOTSerDaerah #PejuangAlquran #HijrahItuMudah

FB http://Facebook.com/hafizhonthestreet
IG http://Instagram.com/hotsofficial_kauny
YT https://bit.ly/Youtube_HOTSOfficial
Web www.hafizhonthestreet.com
0821 5117 5117

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top